Rabu, 25 April 2012

pertanian bunga kol / kubis bunga / brokoli

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kegiatan Swakarya Wirausaha di Sekolah Pertanian adalah suatu kegiatan usaha untuk mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan di bidang usaha tani yang berorientasi agribisnis.
Kegiatan ini di laksanakan siswa-siswi kelas XI dan di bagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing dibimbing oleh seorang guru pembimbing. Kegiatan Swakarya dan Wirausaha secara keseluruhan di laksanakan oleh siswa-siswi mulai dari tahap survei lokasi praktek, perencanaan, persiapan, penanaman, pengendalian hama dan penyakit, analisa usaha sampai dengan pelaksanaan panen hingga pemasaran.
Hal ini di maksud agar siswa-siswi mendapatkan bekal dan dapat memperoleh ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran.
Praktek kegiatan Swakarya dan Wirausaha merupakan suatu sistem belajar secara langsung untuk mendidik siswa-siswi, juga merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib untuk dilaksanakan.

Adapun dasar hukum dari kegiatan Swakarya/Wirausaha ini adalah sebagai berikut:
-       Surat Keputusan Menteri Pertanian No.412/Kpts/DL.210/7/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Menengah di SPP.
-       Surat Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian No.DL.210/191/V/2001 Perihal Penyesuaian Pelaksanaan, Kegiatan Belajar Mengajar di SPP tahun ajaran 2001/2002 atas Pemberlakuan Kurikulum SPP tahun 2001.

1.2  Tujuan Kegiatan Swakarya

Tujuan kegiatan Swakarya Wirausaha adalah :
·   Terbina dan berkembangnya pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa dalam agribisnis khususnya di bidang usaha tani sesuai kemampuan dan minat siswa.
·   Siswa dapat mengembangkan karya, disiplin, rasa tanggung jawab, ulet dan percaya diri.
·   Berkembangnya kemampuan siswa dalam memilih usaha tani yang paling menguntungkan.
·   Terbinanya kemampuan siswa untuk mendapatkan dan memanfaatkan modal dalam mengembangkan Wirausaha.

1.3  Manfaat Kegiatan Swakarya

·   Dapat menambah pengalaman, pengetahuan dan wawasan yang lebih luas di bidang pertanian.
·   Dapat menambah keterampilan dalam berusaha tani.
·   Siswa dapat lebih memanfaatkan dan mengembangkan pengalaman belajar di dalam kampus dengan aplikasi di lapangan.

1.4  Alasan Pemilihan Judul

Dalam pelaksanaan kegiatan Swakarya dan Wirausaha ini kami mengambil judul usaha tani Brokoli (Brassica oleraceae) dengan sistem tanam di lapangan dengan alasan sebagai berikut :
1.    Dalam pemasaran hasil di perkirakan harga relatif lebih tinggi
2.    Di lihat dari segi kebutuhan umumnya konsumen menyukai komoditi sayuran
3.    Lingkungan/lahan kampus SMK-SPP Gegerkalong cocok untuk brokoli, sehingga usaha tani brokoli merupakan pilihan yang menjanjikan apabila di jadikan salah satu sumber usaha dalam berwirausaha.









BAB II
TINJAUAN USAHA

2.1.    Aspek Teknis

Syarat tumbuh merupakan salah satu bagian terpenting dalam budidaya sayuran yang harus menjadi perhatian. Karena ada beberapa faktor yang turut menentukan diantaranya faktor iklim dan faktor tanah.

2.1.1 Faktor Iklim

     Brokoli merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang cocok pada iklim dingin (sub-tropis). Sehingga di Indonesia cocok di tanam pada dataran tinggi antara 1000-2000 m dpl, yang suhu udaranya dingin atau lembab. Temperatur optimum 15,5o – 24o C, sedangkan kelembaban antara  80% - 90%. Sehingga untuk daerah Lembang cocok untuk penanaman brokoli ini.

2.1.2 Faktor Tanah

     Tanaman brokoli sangat cocok dengan jenis tanah lempung berpasir, tetapi toleran terhadap tanah ringan seperti andosol (debu, lempung berdebu sampai lempung). Namun syarat yang paling penting keadaan tanahnya subur, gembur, kaya akan bahan organik, tidak mudah becek (menggenang), pH berkisar antara 5,5 - 6,5 dan pengairan cukup memadai.
Lahan yang di gunakan untuk kegiatan Swakarya/Wirausaha oleh penyusun yaitu lahan yang berada di lahan praktek SMK-SPP Gegerkalong-Lembang, dan memiliki persyaratan yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman brokoli.
Berikut keterangan keadaan iklim dan tanah di lahan yang digunakan :
·         Ketinggian       : 1200 m dpl
·        Suhu rata-rata   : 20°C
·        Curah hujan      : ±2500 mm/tahun
·        Jenis tanah        : Andosol
·        Struktur tanah   : Gembur
·        pH tanah            : 6,8

Selain itu, yang termasuk aspek teknis diantaranya :
-     Penyediaan sarana produksi
- Pengadaan benih
- Penanaman dan pemeliharaan
- Pemanenan
- Pemasaran

2.2.    Aspek Ekonomi

Di lihat dari kebutuhan pasar, tanaman brokoli banyak diperlukan oleh konsumen, karena tanaman ini merupakan tanaman yang memiliki berbagai manfaat dari pada tanaman sayur lainnya. Selain itu jenis sayuran ini mudah di jangkau oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari golongan menengah sampai ke golongan atas, oleh karena itu banyak petani yang membudidayakan tanaman brokoli. Selain itu  tanaman brokoli juga merupakan komoditi yang memiliki modal  usaha yang tidak terlalu tinggi. Dalam penanggulangan hama, penyakitpun tidak terlalu rumit, dan kandungan gizi dalam brokoli sangat banyak. 
 
2.3.    Aspek Sosial

Tanaman brokoli merupakan jenis tanaman sayuran yang memerlukan pemeliharaan secara intensif. Oleh karena itu dengan mengusahakan brokoli kita sedikit telah membuka kesempatan kerja.
Selain hal-hal yang berkenaan dengan aspek sosial dalam melaksanakan suatu usaha tani pembudidayaan brokoli diharapkan :
1.    Dapat meningkatkan taraf hidup petani
2.    Dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.






BAB III
PELAKSANAAN USAHA

3.1 Perencanaan Usaha

Dalam suatu kegiatan usaha, perencanaan merupakan suatu proses awal dalam berwirausaha yang di dalamnya menyangkut rangkaian kegiatan atau tindakan untuk mencapai suatu hasil yang di harapkan.
Maka dari itu, sebelum penyusun melakukan usaha tani, penyusun membuat rencana kegiatan usaha yang di dalamnya menyangkut, antara lain: persiapan, pelaksanaan usaha sampai pada pemasaran, sehingga semua kegiatan yang di lakukan tidak terlalu menyimpang dari rencana yang telah di buat dan dalam pelaksanaannya di lakukan secara berurutan. Adapun susunan kegiatan yang di lakukan kelompok kami antara lain:    
·      Persiapan benih
·      Pengolahan tanah & pemupukan dasar
·      Penanaman
·      Pemeliharaan
·      Panen
·      Pemasaran

3.1.1 Komoditi yang diusahakan
                                                                                                                 
      Taksonomi Brokoli
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Class                : Magnoliopsida
Family             : Brassicaceae
Genus              : Brasicca
Spesies            : Brassica oleraceae

Dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya kami sepakat memilih komoditi Brokoli (Brassica oleraceae var. Botrytis subvar. Cymosa L. ) sebagai komoditi yang kami pilih dalam kegiatan Swakarya dan Wirausaha kelompok kami.
3.1.2 Luas Lahan

     Dalam pelaksanaan Swakarya dan Wirausaha lahan merupakan faktor yang sangat penting dalam kelancaran kegiatan ini.
     Dalam menentukan luas lahan kami melakukan pengukuran lokasi yang akan di pergunakan sebagai tempat kegiatan Swakarya dan Wirausaha. Lahan yang di pergunakan adalah seluas 400m2. Lahan yang kami peroleh di sesuaikan dengan keadaan lahan yang berada di SMK-SPP Gegerkalong.

3.1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Swakarya dan Wirausaha yang kami lakukan di lahan praktek SMK-SPP Gegerkalong yaitu :

·      Kampung           : Cilumber
·      Desa                   : Cibogo
·      Kecamatan         : Lembang
·      Kabupaten         : Bandung Barat

Sedangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan Swakarya dan Wirausaha ini, yaitu bulan September 2010 sampai Februari 2011.














3.2 Tahapan Pelaksanaan Usaha

Kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh kami dalam pelaksanaan Swakarya dan Wirausaha sebagai berikut :

3.2.1 Survei Lahan

Survei lahan yang kami lakukan yaitu pada bulan September, lahan yang akan di kelola atau di usahakan oleh penyusun seluas 400m2 yang berada di areal lapangan praktek SMK-SPP Gegerkalong. Adapun kegiatan yang kami lakukan, yaitu: pengukuran lahan, lahan yang kami usahakan seluas 400 m2. Pengukuran pH, lahan yang akan kami usahakan mempunyai tingkat kemasaman berkisar 6,0.

3.2.2 Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan yang di lakukan untuk memperbaiki aerase dan drainase serta memudahkan untuk pertumbuhan akar tanaman. Tahapan-tahapan pengolahan untuk tanaman brokoli adalah sebagai berikut :
·      Membersihkan permukaan tanah dari tanaman pengganggu atau gulma dan sisa-sisa tanaman lain.
·      Tanah di cangkul hingga kedalaman 30 - 40 cm sampai gembur.
·      Bedengan di buat dengan lebar 1 m dan panjang sesuai dengan keadaan lahan  saluran air (drainase) di buat dengan lebar 30 cm dan kedalaman 30 - 40 cm.
·      Lubang tanam di buat dengan jarak 50 cm x 50 cm.
·    Pupuk kandang ayam dimasukkan sebanyak 1kg/lubang tanam serta pupuk ZA dan SP-36 (pupuk “pelengkap”) dengan dosis 2gr/lubang tanam.
·      Pupuk kandang di biarkan terbuka selama 1 minggu agar pupuk terurai terlebih dahulu.




3.2.3 Penanaman

Penanaman yaitu pemindahan benih dari persemaian ke lahan, cara menanamnya yaitu :

·      Benih di ambil dari persemaian yang pertumbuhannya sehat, normal dan telah cukup umur yaitu ±14 - 20 hari.
·      Adapun teknik pengambilan benih dari persemaian adalah dengan cara : benih di ambil satu-persatu secara hati-hati agar tidak mengganggu sistem perakaran tanaman.
·      Sebelum penanaman brokoli kokeran dan semat di buka dan di buang agar tidak menghambat pertumbuhan akar.
·      Benih di tanam pada lubang tanam hingga leher batangnya tertutup dengan tanah lalu di padatkan sehingga tanaman dapat berdiri tegak.
·      Sebaiknya penanaman di lakukan pada pagi hari atau sore hari.
·      Setelah penanaman selesai tanaman di siram sampai basah.

Penanaman yang penyusun lakukan yaitu pada pagi hari dengan alasan meminimalisir penguapan pada bibit oleh pengaruh sinar matahari.

3.2.4 Pemeliharaan

     Pemeliharaan di lakukan agar pertumbuhan tanaman baik, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Kegiatan-kegiatan yang meliputi pemeliharaan adalah sebagai berikut :

1.    Penyiraman

Penyiraman di lakukan dengan maksud untuk menjaga tanaman dari kekurangan air sehingga dapat menjaga kelembaban tanah. Penyiraman merupakan kegiatan yang paling penting dalam pemeliharaan tanaman brokoli terutama pada saat pertumbuhan vegetatif dan pembungaan. Waktu penyiraman sebaiknya di lakukan pada pagi hari atau sore hari.

2.    Penyulaman

Penyulaman di lakukan dengan maksud untuk mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya abnormal dengan tanaman yang baru (tanaman yang sehat) dan umumnya sama. Untuk tanaman brokoli penyulaman biasanya di lakukan setelah hari ke-7 setelah tanam, namun penyusun melakukan penyulaman pada hari ke-14 setelah tanam karena pada hari ke-7 bibit yang penyusun tanam tidak memperlihatkan adanya ketidaknormalan dalam pertumbuhan. Cara penyulaman tanaman yaitu tanaman yang mati atau abnormal di cabut kemudian di buang setelah itu buat lubang tanam yang baru kemudian tanam benih yang baru.

Syarat benih untuk penyulaman adalah sebagai berikut :
Ø Berasal dari varietas yang sama
Ø Tanaman sehat
Ø Umur tanaman sama
Ø Paling baik berasal dari persemaian yang sama.


3.    Penyiangan

Gulma (tanaman yang tidak di kehendaki yang dapat mengganggu proses pertumbuhan tanaman budidaya) dapat kita bersihkan dengan melakukan penyiangan. Penyiangan di lakukan dengan maksud untuk membuang tanaman pengganggu atau gulma, sehingga tidak terjadinya persaingan dan pengambilan unsur hara dan sinar matahari. Penyiangan di lakukan apabila tanaman sudah mulai banyak terdapat gulma, biasanya antara 30-40 HST. Penyiangan di lakukan dengan menggunakan kored atau cangkul, kemudian di lakukan penggemburan tanah agar air mudah di serap oleh tanaman.

4.    Pembumbunan

Pembumbunan di lakukan bersamaan dengan penyiangan, pembumbunan di lakukan dengan cara menambah atau menaikkan tanaman yang ada disekitar saluran drainase.

5.    Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan di lakukan dengan maksud untuk menambah unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Pemupukan susulan I di lakukan setelah tanaman berumur 15hst, pemupukan susulan ke II di lakukan setelah tanaman berumur 24hst dan pemupukan susulan ke III di lakukan setelah tanaman berumur 35hst. Pupuk yang digunakan yaitu NPK Mutiara dengan dosis 3 – 5 gr/tanaman dengan cara membuat lubang di samping tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman, kemudian buat lubang tanam dengan tugal, masukan pupuk kemudian tutup kembali dengan tanah.

6.    Pengendalian Hama dan Penyakit

Usaha pengendalian hama dan penyakit yang penyusun lakukan yaitu dengan cara kimiawi (menggunakan pestisisda) dengan melakukan penyemprotan terhadap tanaman yang terserang hama tersebut. Berikut hama yang menyerang tanaman brokoli beserta gejala dan pengendalian yang penyusun lakukan :

a)    Ulat pluttela (Pluttela xylosstella)
IMG0512AMenyerang daun tanaman yang masih muda maupun yang sudah tua dengan ciri-ciri tamanan yang terserang. Daun habis dimakan, terdapat lubang-lubang pada daun yang tersisa. Cara pengendaliannya dapat di lakukan secara mekanis dengan cara mengambil ulat tersebut kemudian buang dan bakar atau bisa juga di lakukan secara kimia dengan menggunakan insektisida.
Pengendalian yang penyusun lakukan yaitu dengan menggunakan insektisida Prevaton dengan dosis 20 gr/liter air dengan cara di semprotkan pada tanaman.




Berikut penyakit yang menyerang tanaman brokoli selama dilapangan yaitu :

a)     Bercak Daun (Alternaria brassicae)
IMG0401A                   Penyakit ini menyerang tanaman yang muda maupun yang sudah tua. Dengan ciri-ciri tanaman yang terserang, daun berwarna kuning dan coklat sampai akhirnya mengering. Penyakit ini disebabkan oleh jamur (fungi). Cara pengendaliannya menggunakan Dithane dengan dosis 0,5gr/liter air
dengan cara di semprotkan pada daun tanaman yang terserang.

b)    Akar Bengkak (Plasmodiohora brassicae Wor.)
http://2.bp.blogspot.com/_fSWk-kN4vng/Rykj6GJWxiI/AAAAAAAAAdk/Ul5hrn8q3gk/s400/Plasmodiophora+brassicae2.jpgPenyakit akar bengkak atau akar gada yang
di sebabkan oleh cendawan P.brassicae. Gejalanya, layunya daun seperti kekurangan air dan mengalami pembengkakan pada bagian akar, juga terdapat bercak-bercak hitam pada akar tersebut. Cara pengendalian
yang penyusun lakukan yaitu dengan mencabut
tanaman yang menunjukan gejala tersebut.




3.2.5 Pemanenan

Pemanenan brokoli yang layak di panen dari segi umur yaitu telah mencapai umur 70-80 hari namun umur panen sangat bervariasi tergantung varietas yang di tanam. Jika di lihat dari segi fisiologi, ciri siap panen di tunjukan dengan padatnya massa bunga (curd) dengan ukuran yang maksimal.
Pemanenan brokoli biasa di lakukan dengan cara memangkas bagian tangkai bawah menggunakan pisau atau golok. 



3.3 Pemasaran Hasil

     Pemasaran hasil adalah menjual semua hasil panen atau hasil produksinya kepada pedagang perantara atau konsumen langsung, adapun pemasaran hasil yang di lakukan kelompok kami adalah dengan cara menjual hasil panennya ke Bandar dengan cara di tebas.
Dengan pertimbangan sebagai berikut :
Ø Menghemat waktu yang digunakan
Ø Setelah di borongkan, maka bebas perawatan. Sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan (bebas tanggung jawab).


RANTAI TATA NIAGA YANG DILAKUKAN
KELOMPOK III ( TIGA )
PETANI
 

                                                            BANDAR                                                     
 

PASAR
 


KONSUMEN

Keterangan :
 

                        : Rantai tataniaga yang di lakukan oleh kelompok kami.


 

                        : Alternatif lain.
3.4  Analisa usaha tani

§  Komoditi                     : Brokoli ( Brassica oleraceae )
§  Varietas                       : Bejo
§  Luas lahan                   : 400 m2
§  Jarak tanam                 : 50 cm x 50 cm
§  Populasi tanaman        : 1536 tanaman

A.  Input Variabel

-     Sarana Produksi yang habis terpakai

a.    Bibit/ benih   =  
 =
Penyulaman  20%   =  256
  =  1280 + 20%  =  1536 × Rp. 125 =  Rp. 192.000,-

b.    Pupuk

- Pupuk kandang  =
  =
  =  
                             
                   - Pupuk buatan

·       Urea    = 
                             =  
                             =   4 kg  ×  Rp. 1.500 = Rp. 6.000,-

·       ZA       =       
                                    =
                                    =  6 kg  × Rp. 1.500    = Rp. 9.000,-
·       KCL    =   
                    = 
                    =  6 kg ×  Rp. 2.000    = Rp. 12.000,-
                               
·       NPK Mutiara   2 kg  @ 7.500 = Rp. 15.000,-

c.    Insektisida

·      Rizotin 1 botol ( 50 ml )             @ Rp. 10.000,-
·      Super grow 1 botol ( 50 ml )      @ Rp. 12.000,-
·      Prevaton 1 botol ( 100 ml )        @ Rp. 65.000,-

d.   Fungisida

·      Dithane 1 bungkus (1 kg)           @Rp. 50.000.-

e.    Perekat daun

·      Agris 1 botol ( 50 ml )                  @ Rp. 13.000,-    +
                                                            Rp. 150.000,-
           






-       Bunga Modal Variabel       
              
        
      

Jumlah Input Varibel  = Biaya sarana produksi pertanian + Bunga modal Input    Variabel
= Rp.870.000,- + Rp.18.240,-
= Rp.888.240,-

B. Input tetap

1.    Sewa lahan
 
2.    Alat produksi tahan lama

§  Handsprayer ( 1 buah )
NB                  = Rp. 450.000,-
NS                   = Rp. 45.000,-  ( 10% dari NB)
JUE                 = 5 tahun

-          Penyusutan            =
                             
                                   
                                   

-            Bunga modal        =   
                            

-          Jumlah                  = Penyusutan + Bunga modal
                              = Rp. 27.000,- + Rp. 9.900,-
                              = Rp. 36.900,-


§  Cangkul  ( 4 buah )

NB                  = Rp.45.000,-
NS                   = Rp.4.500,-  ( 10% dari NB)
JUE                 = 4 tahun

-          Penyusutan            =
                                    =
                                                = Rp.13.500,-

-          Bunga modal         =
                                              =
                                              = Rp. 990,-

-          Jumlah                  = Penyusutan + Bunga modal
                              = Rp. 13.500,- + Rp. 990,-
                              = Rp. 14.490,-

Biaya Alat = Biaya Hand-sprayer + Biaya Cangkul
    = Rp. 36.900,- + Rp. 14.490,-
  = Rp. 51.390,-
3.      Upah tenaga kerja tetap

a.    Pengolahan lahan
3 PA × 2 hari × 3/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 45.000,-
2 PI   × 1 hari × 2/6 × 0,8 TKSP × Rp. 15.000,-           =   Rp.   8.000,-
b.    Pembuatan bedengan dan pemupukan dasar.
3 PA × 2 hari × 3/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 45.000,-
2 PI   × 2 hari × 2/6 × 0,8 TKSP × Rp. 15.000,-            =   Rp. 16.000,-
c.    Penutupan pupuk dasar.
2 PA × 1 hari × 3/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 15.000,-
2 PI   × 1 hari × 2/6 × 0,8 TKSP × Rp. 15.000,-          =   Rp.   8.000,-
d.   Penanaman
3 PA × 1 hari × 3/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 22.500,-
2 PI   × 1 hari × 3/6 × 0,8 TKSP × Rp. 15.000,-           =   Rp. 12.000,-
e.    Penyulaman
2 PA × 1 hari × 2/6 × 1 TKSP    ×  Rp. 15.000,-           =   Rp. 15.000,-
f.     Pemupukan susulan
2 PA × 3 kali × 3/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 45.000,-
2 PI   × 3 kali × 3/6 × 0,8 TKSP × Rp. 15.000,-           =   Rp. 36.000,-
g.    Penyemprotan
2 PA × 4 kali × 2/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 40.000,-
h.    Penyiangan
2 PA × 1 kali × 2/6 × 1 TKSP    × Rp. 15.000,-            =   Rp. 10.000,-
2 PI   ×1 kali × 2/6 ×  0,8 TKSP × Rp. 15.000,-           =   Rp.   8.000,-      +
                                                                                                    Rp. 305.500,-

Jumlah Input Tetap = Biaya sewa lahan + Biaya alat produksi + Upah tenaga kerja
                                = Rp. 46.200,-  +  Rp. 51.390,-  +  Rp. 305.500,-
                                = Rp. 403.090,-

C. Total input

            Input variabel              : Rp.    888.240,-
            Input tetap                  : Rp.    403.090,-   +
            Input total                   : Rp. 1.291.330,-
D. Output

            Pemasaran yang dilakukan oleh kelompok kami yaitu dengan cara di tebas semua  tanaman nya kepada agen sayuran (tengkulak/Bandar) dengan pertimbangan sebagai berikut:
·         Menghemat waktu yang digunakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar